Wednesday, November 4, 2015

Ragam Budaya Pemberi Ciri Khas Probolinggo Masa Depan




Ragam Budaya Probolinggo Pemberi Ciri Khas Probolinggo Masa Depan

Tasya Tamara


Pada awalnya Kota Probolinggo hampir tidak memiliki kesenian. Kesenian Probolinggo hanyalah Jaran Bodag. Selain itu Kota Probolinggo juga hampir tidak memiliki tempat pariwisata. Meskipun begitu,Pemerintah Probolinggo tidak putus asa. Ketidak putus asaan Pemerintah Probolinggo dibuktikan dengan adanya tempat wisata buatan/event-event seperti KOBUDA, pameran, Semipro, dll. Event-event itu diciptakan agar masyarakat kota Probolinggo tidak jenuh karena sedikitnya tempat pariwisata. Sekarangpun lagi gencar-gencarnya para seniman mengumpulkan dan menciptakan berbagai macam kesenian daerah untuk menjadi kesenian Probolinggo.
   Namun kerja keras para seniman akan sia-sia jika masyarakat Probolinggo tidak mau mempelajari dan melestarikannya. Pada umumnya mereka menganggap bahwa kesenian daerah tidak berlaku di zaman modern ini, tetapi berlaku pada zaman dahulu. Mereka lebih tertarik mempelajari dan melestarikan kebudayaan barat, seperti dance. Mereka tidak mau mempedulikan budaya mereka sendiri. Seandainya mereka mau berpikir sedikit saja, kenapa akhir-akhir ini kebudayaan Indonesia banyak yang direbut oleh bangsa lain? Apabila mereka mau berpikir seperti itu, pasti letak kesalahan ada pada diri sendiri. Mengapa begitu? Karena kita tidak mau mempelajari dan melestarikan budaya kita sendiri. Kalau kita seperti itu, sama artinya dengan kita memberi kesempatan bangsa lain untuk memiliki budaya kita. Bangsa lain sangat tertarik terhadap budaya kita, bahkan mereka mau mempelajari budaya kita dan mereka tidak pernah meremehkan budaya kita. Tetapi kenapa malah kita yang meremehkan budaya Indonesia? 

Perlu diketahui bahwa kita jangan pernah meremehkan sesuatu, karena sesuatu yang kita remehkan bisa menjadi besar. Dan untuk sesuatu yang besar tidak bisa kita dapatkan begitu saja, kita memerlukan kerja keras. Jika sesuatu yang besar sudah kita capai, kita tidak boleh bangga dahulu. Kita jadikan sesuatu yang besar itu sebagai motivasi untuk lebih besar. Kejadian yang menimpa bangsa Indoesia dapat kita jadikan sebagai pelajaran. Tidak mau kan budaya Probolinggo yang akan diciptakan juga direbut oleh bangsa lain? Maka dari itu kita harus ikut berpartisipasi untk mempelajari dan melestarikan budaya Probolinggo. Tetapi maukah para generasi muda melaksanakannya? Dan bagaimana caranya agar para generasi muda mau mempelajari dan melestarikan budaya Probolinggo tetapi juga mengikuti perkembangan zaman?

Agar Generasi Muda Melestarikan Kesenian
Sejarah Probolinggo ada pada kurikulum pelajaran, karena buat apa kita mempelajari sejarah daerah lain. Tetapi kita sendiri tidak tahu sejarah Kota Probolinggo. Sejarah kota Probolinggo hanya dijadikan cerita rakyat saja, yang kebenarannya tidak diketahui. Segala bentuk kebudayaan / kesenian Probolinggo ada pada ekstrakurikuler di sekolah-sekolah yang ada di Kota Probolinggo. Kesenian itu seperti tarian daerah, batik bermotif mangga, anggur dan angin. Ketiga motif batik itu merupakan ciri khas kota Probolinggo.
Lebih banyak diadakan lomba-lomba kesenian daerah. Dengan adanya kegiatan lomba ini, para generasi muda akan semakin giat untuk mempelajari budaya. Karena tujuan mereka adalah untuk membawa nama baik sekolah dan sebagai sarana hiburan. Para generasi muda pasti pernah membaca sejarah yang menceritakan kejayaan kerajaan Majapahit semasa Patih Gajahmada dapat menguasai beberapa daerah hingga daerah Philipina. Pada zaman dahulu Indonesia sangat besar, bahkan Negara yang saat ini paling majupun pada zaman dahulu Indonesia sangat besar Indonesia. Tetapi kenapa sekarang semuanya terbalik? Itu semua karena masyarakat Indonesia kurang konsisten pada diri dan kehidupan mereka sendiri. Kita harus tetap mengingat sejarah-sejarah pada zaman dahulu. Dan kita harus bisa meniru kerja keras para pembangun bangsa. Agar kita bisa menjadikan kota Probolinggo lebih besar di masa depan.
Lebih banyak mengadakan event-event yang dilaksanakan di Probolinggo. Yang dapat menarik minat para penonton untuk menyaksikannya. Dan penontonnya bukan hanya dari masyarakat Probolinggo, tetapi juga masyarakat dari daerah lain. Apabila membutuhkan penginapan, akan disediakan penginapan wisata mangrove yang rencananya akan dibangun oleh Pemerintah Probolinggo di Ketapang. Di penginapan mangrove pengunjung dapat melihat indahnya pemandangan hutan bakau. Selain itu di penginapan mangrove para pengunjung dapat melihat secara langsung budidaya tumbuhan bakau. Jadi dengan adanya event-event dan penginapan wisata mangrove dapat menambah keuangan kota Probolinggo, karena darat menarik minat pengunjung untuk berpariwisata di Probolinggo.
Menampilkan tari-tarian Probolinggo di tempat yang biasanya dijadikan tempat berkumpul, seperti di café-café. Biasanya di tempat-tempat seperti itu jarang sekali ditampilkannya kesenian daerah. Maka dari itu kita mencoba terobosan baru.
Apabila dilaksanakannya rapat-rapat resmi antara pejabat Probolinggo dengan pejabat daerah lain. Pejabat-pejabat Probolinggo tidak ada salahnya mengenakan pakaian batik khas Probolinggo. Tujuannya agar pejabat dari daerah lain mengetahui dan apabila tertarik pasti mereka juga ingin memiliki dan mengenakannya. Mungkin pejabat dari daerah lain dapat membantu mempromosikan kepada masyarakat-masyarakat daerah mereka. Intinya adalah sebagai sarana pengenalan dan promosi terhadap daerah lain
Memanfaatkan bahasa Madura Probolinggo. Bahasa Madura dianggap kasar, tetapi bila kita bisa memanfaatkannya, pandangan terhadap bahasa Madura akan berubah. Misalnya, kita jadikan bahasa Madura dalam judul-judul pertokoan, café-café, hotel, tempat pembelanjaan, dll. Seperti “Le-ollena” yang dapat dipasang di tempat yang biasanya menjual barang untuk oleh-oleh. Tetapi tulisannya kita modif sekreatif mungkin. Pasti akan lebih menarik dan ini bisa dijadikan sebagai ciri khas Kota Probolinggo.
Kobuda adalah salah satu ajang untuk memperlihatkan kekreatifan sekolah-sekolah, yang akan menampilkan berbagai macam busana yang terbuat dari daun. Ajang ini dapat menarik minat para kontestan dan para penonton. Tetapi akan lebih menarik lagi jika busana tidak hanya terbuat dari daun, melainkan dari bumbu dapur seperti kunyit, jahe, dll, serta bulu-bulu unggas dan buah-buahan.
Menurut ibu Rukmini, selaku Ibu Walikota yang ingin menjadikan kota Probolinggo sebagai Kota Sejuta Senyum. Maksudnya ingin masyarakat Probolinggo menjadi masyarakat yang ramah tamah. Untuk mewujudkannya perlu ditekankan kepada masyarakat Probolinggo untuk saling tolong menolong, menjaga tali persaudaraan sesama manusia, dan saling menghargai. Dengan itu kehidupan masyarakat Probolinggo akan makmur, damai, dan tidak ada permusuhan. Selain itu Pemerintah Probolinggo harus menciptakan suasana yang nyaman, seperti suasana yang bebas dari polusi dan banyak tumbuh-tumbuhan yang akan membuat masyarakat kota Probolinggo tidak malas untuk keluar rumah. Apabila suasana nyaman, pastinya kekesalan dan amarah akan hilang. Pasti masyarakat Probolinggo akan menjadi masyarakat yang ramah tamah, serta saling tolong menolong kepada sesamanya. Dan impian untuk mewujudkan kota Probolinggo menjadi kota sejuta senyum kemungkinan akan tercapai.***

1 comment: