Wednesday, November 4, 2015

Ragam Budaya Pemberi Ciri Khas Probolinggo Masa Depan



Ragam Budaya Probolinggo Pemberi Ciri Khas Probolinggo Masa Depan

Windy Alvionita



Seperti telah kita ketahui bahwa kota Probolinggo ini adalah kota kecil dengan sedikit tempat wisata. Oleh karena itu pemerintah harus mengupayakan pengembangan sektor pariwisata di kota ini. Dalam pengembangan pariwisata di kota Probolinggo, pemerintah hendaknya berupaya menggali potensi-potensi yang ada di kota Probolinggo baik itu dari segi kerajinan, pertanian, perkebunan, makanan, dan hasil laut maupun dari budayanya. Pemerintah juga dapat bekerja sama dengan pengusaha jasa, baik itu hotel, pengusaha transportasi maupun pengusaha hiburan dan para pengusaha harus tanggap peluang-peluang ini. Dengan demikian di harapkan pariwisata di kota Probolinggo akan berkembang pesat.

Di kota Probolinggo terdapat berbagai ragam jenis budaya seni, terutama pertunjukan kobuda yang di adakan setiap tahun sekali. Dan itu merupakan ciri khas dari kota Probolinggo.

Di kota Probolinggo terdapat aneka ragam seni budaya antara lain:

Tarian Citra Lengger, tarian ini sudah ada sejak jaman penjajahan Belanda. Pada perkem-bangannya kesenian ini masih setia mengisi olah rasa di Kota Probolinggo. Bentuk sajiannya adalah olah tari dan olah tembang dengan bahasa Jawa, Madura dan Indonesia.

Ludruk, dialog dalam ludruk menggunakan dialog Suroboyoan, sementara di daerah Probolinggo, menggunakan bahasa Madura. Ludruk merupakan salah satu drama tradisional yang di peragakan oleh grup kesenian yang digelar di sebuah panggung dengan mengambil cerita tentang kehidupan rakyat sehari-hari, perjuangan dan lain sebagainya dengan di selingi lawakan serta diiringi gamelan.

Kerapan Sapi Brujul, merupakan kerapan sapi yang berbeda dari kerapan sapi di Madura yaitu menggunakan sapi biasa yang di pakai bekerja sehari-hari di sawah (bukan sapi khusus balap) dan arena yang di gunakan adalah sawah yang dalam keadaan basah (berlumpur).

Kerapan Kambing, cara lomba yang di gelar satu tahun sekali, pesertanya sangat banyak karena kambing adalah peliharaan sebagian besar masyarakat kota Probolinggo. Kerapan kambing yang sudah membudaya ini juga di ikuti peserta dari luar daerah.

Budaya Tionghoa, sebuah persembahan atraksi dari ethnis Tionghoa yang berdomisili dan membaur menjadi satu dengan masyarakat di Kota Probolinggo dalam berbagai aspek kehidupan.

Ojung, seni budaya masyarakat kota Probolinggo yang mirip olah raga anggar, dimana warga beradu fisik dan kemampuan untuk saling memukul dengan menggunakan sebilah rotan. Setiap pemain memiliki senjata memukul dan menangkis masing-masing 3 kali. Pemain yang paling banyak mengenai lawan ketika memukul maka dialah pemenangnya. Uniknya,sebelum acara itu dimulai warga melakukan ritual terlebih dahulu berupa permohonan doa kepada yang Maha Kuasa agar kegiatan tersebut dapat berjalan dengan lancar tanpa ganjalan yang tidak di inginkan. Konon jika ojung dilakukan tanpa ritual terlebih dahulu, bekas pukulan rotan dapat menyebabkan luka yang tidak kunjung sembuh.

Seni Pertunjukan, persembahan pagelaran yang menggambarkan keanekaragaman budaya masyarakat kota Probolinggo yang meliputi: tari daerah, teater, musik perkusi, musik etnis, ojung, Lengger, Jaran Bodhag dan Ludruk.

Kobuda (Kontes Busana Daun), adalah kontes busana yang berasal dari daun asli/imitasi yang disajikan lewat penampilan secara kelompok oleh para peraga.
Di Probolinggo juga terdapat berbagai tempat wisata terutama TWSL, selain sebagai tempat wisata juga sebagai tempat belajar bagi para siswa-siswi yang tertarik belajar tentang lingkungan. Tempat-tempat wisata itu adalah:

Agro Wisata Petik Anggur
Merupakan wisata yang berbasis hasil pertanian, dimana para wisatawan dapat memilih, membeli dan menikmati segarnya buah anggur khas Kota Probolinggo yaitu “anggur prabu bestari”.

Wisata Lingkungan
Berwisata alam dengan menikmati keanekaragaman  flora dan fauna seta mengagumi keindahan potensi bahari kota Probolinggo dengan rangkaian event: pameran bunga, expo flora dan fauna.

TWSL (Taman Wisata dan Studi Lingkungan)
Dalam upaya meningkatkan pelayanan masyarakat dalam informasi dan studi lingkungan maka Pemerintah Kota Probolinggo telah membangun Taman Wisata dan Studi Lingkungan (TWSL) di lokasi ruang terbuka hijau hutan joboan Kelurahan Mangunharjo Kecamatan Mayangan. Keberadaan TWSL merupakan ajang untuk rekreasi dan belajar lingkungan bagi masyarakat Kota Probolinggo, kegiatan-kegiatan yang telah dilak-sanakan di TWSL antara lain: kunjungan siswa TK s/d SLTA untuk belajar lingkungan, kerja bakti siswa, pelaku industri dan aparat pemerintah Kota Probolinggo, rapat koordinasi dan diskusi lingkungan serta sejumlah kegiatan lain.

Itulah kebudayaan dan tempat pariwisata di kota Probolinggo, pada masa yang akan datang, kota Probolinggo akan menciptakan tempat pariwisata yang baru dan lebih seru serta menambah wawasan pengunjungnya, yaitu kebudayaan kota Probolinggo di masa yang akan datang menciptakan suasana yang lebih menyenangkan dan asli seni dari masyarakat kota Probolinggo.

Pagelaran Musik Gamelan
Jadi para wisatawan dapat menonoton pagelaran musik gamelan, jika ingin berkunjung ke Probolinggo serta dapat memainkan alat musik sendiri, dan pagelaran tersebut tampil setiap seminggu sekali di gedung seni atau kampung seni yang berada di Jl. Hayam Wuruk.

Di masa yang akan datang kota Probolinggo juga dapat membangun tempat wisata yang indah dan sebagai tempat belajar juga, antara lain:

Agro Wisata Petik Mangga
Merupakan wisata yang berbasis pertanian, sama seperti agro wisata petik anggur namun bedanya yang di petik adalah mangga dan jenis mangga yang di gunakan adalah mangga mana lagi karena itu merupakan ciri khas dari Kota Probolinggo, para wisatawan juga dapat memilih, memanen dan menikmati segarnya buah mangga dan di tempat wisata itu sudah disediakan tempat untuk membuat rujak, jadi para wisatawan dapat memetik buah mangga yang muda dan dapat menikmatinya bersama keluarga.

Tujuan diadakan tempat wisata agro petik mangga ini adalah: menciptakan suasana yang harmonis dan menciptakan kebersamaan bagi para pengunjungnya, menambah sarana dan prasarana pariwisata di kota Probolinggo, dan memperlihatkan kepada daerah lain bahwa kota Probolinggo memiliki tempat wisata yang merupakan ciri khas kota Probolinggo.

Wisata Sawah
Merupakan tempat wisata dimana para wisatawan dapat merasakan bekerja seperti petani:membajak sawah, menanam padi atau jagung, memanen hasil tanaman. Selain itu wisata ini juga dapat mengajarkan para siswa belajar bertani dan merasakan apa yang dikerjakan oleh petani kota Probolinggo. Selain membajak. Menanam dan memanen, para pengunjung juga dapat memerah susu sapi dan menangkap ikan. Dan hasil tangkapan ikan juga dapat di bakar secara langsung oleh para pengunjung.

Wisata Musium Bawah Laut (WMBL)
Wisata ini merupakan wisata di mana di dalam museum terdapat hewan-hewan air laut maupun air tawar. Dan hewan-hewan itu berada di dalam sebuah akuarium besar, sehingga para pengunjung terkesan akan hewan-hewan yang berada di dalam akuarium tersebut.
Itulah program kota Probolinggo masa depan. Dengan demikian kota Probolinggo akan perkembangan pesat dalam bidang sektor pariwisata dan kebudayaannya. Dan akan dikenal oleh daerah lain sebagai daerah yang maju serta daerah seribu taman.***

1 comment: